Minggu, 19 April 2015

TEORI BOTOL KOSONG

Salah satu teori yang pernah dianut dalam dunia pendidikan adalah teori tabula rasa.  Teori ini menganggap anak didik ibarat botol kosong atau  kain/lilin  putih yang dapat dan siap diisi apa saja sekehendak pendidik.  Pendidik berwenang penuh untuk menjadikan apapun atas anak didiknya.

Dalam agama Islam juga dijelaskan bahwa anak adalah ibarat kertas kosong yang nantinya sekehendak orangtuanya untuk menggores/menulisnya, hingga anak tersebut menjadi apa?

Tabula rasa (dari bahasa Latin kertas kosong) merujuk pada pandangan epistemologi bahwa seorang manusia lahir tanpa isi mental bawaan, dengan kata lain "kosong", dan seluruh sumber pengetahuan diperoleh sedikit demi sedikit melalui pengalaman dan persepsi alat inderanya terhadap dunia di luar dirinya.

Umumnya para pendukung pandangan tabula rasa akan melihat bahwa pengalamanlah yang berpengaruh terhadap kepribadian, perilaku sosial dan emosional, serta kecerdasan.

Gagasan mengenai teori ini banyak dipengaruhi oleh pendapat John Locke di abad 17. Dalam filosofi Locke, tabula rasa adalah teori bahwa pikiran (manusia) ketika lahir berupa "kertas kosong" tanpa aturan untuk memroses data, dan data yang ditambahkan serta aturan untuk memrosesnya dibentuk hanya oleh pengalaman alat inderanya. Pendapat ini merupakan inti dari empirisme Lockean. Anggapan Locke, tabula rasa berarti bahwa pikiran individu "kosong" saat lahir, dan juga ditekankan tentang kebebasan individu untuk mengisi jiwanya sendiri. Setiap individu bebas mendefinisikan isi dari karakternya - namun identitas dasarnya sebagai umat manusia tidak bisa ditukar. Dari asumsi tentang jiwa yang bebas dan ditentukan sendiri serta dikombinasikan dengan kodrat manusia inilah lahir doktrin Lockean tentang apa yang disebut alami (Wikipedia.org).

Mungkin masih ada diantara guru-guru kita yang memperlakukan siswa sebagai botol kosong yang perlu diisi air. Guru menganggap dirinya sebagai teko yang berisi air.  Dalam hal ini, air itu adalah sejumlah ilmu pengetahuan yang harus dimasukkan ke otak para siswa.  Jika teko itu berisi air putih, maka setelah belajar otak anak akan berisi air putih.  Begitu pula jika teko itu berisi air teh manis, maka pulang sekolah kepala anak akan  berisi teh manis.   Mudah mudahan  saja tidak ada teko-teko di sekolah yang berisi minuman keras yang membuat generasi pemabok.

Jika analogi teori tersebut diatas kita anut secara sakleg, maka akan terdapat sejumlah kejanggalan dan kelemahan dalam implementasinya di dunia pendidikan, yakni:   Pertama, semakin lama guru mengajar, air teko itu semakin berkurang, dan habis.  Kedua,  ilmu pengetahuan yang akan dimiliki siswa persis sama dengan ilmu yang dituangkan dari teko. Ketiga,  jumlah ilmu yang diperoleh siswa di sekolah, maksimal sebanyak air yang berada dalam teko itu. 

Saya percaya Anda tidak sependapat dengan analogi ini.  Ya, proses pendidikan dan pembelajaran memang tidak selinier itu.  Banyak faktor lain yang mempengaruhi proses dan hasil belajar di sekolah.  Guru hanyalah salah satu sumber belajar di samping banyak sumber belajar lain di sekolah.  Bahkah, saat ini guru bukan lagi dianggap  sebagai satu-satunya sumber  bagi siswa.  Alangkah  sayangnya  jika saat ini masih ada guru yang menganggap dirinya sebagai sumber belajar utama (apa lagi satu satunya sumber belajar) bagi anak didikanya.

Sumber: Dirangkum dari berbagai sumber!

Jumat, 17 April 2015

TATA TERTIB PESERTA UJIAN NASIONAL

Warga belajar dan siswa sekalian, Ketika kita mengikuti ujian Nasional (UN), biasanya sebelum proses menjawab soal, pengawas membacakan tata tertib peserta ujian. Ketika membacakan sering kurang jelas bagi kita, mungkin karena suara pengawas kurang keras atau ada pengucapan dan artikulasi yang tidak tepat, nah karena itu kiranya perlu kita pelajari terlebih dahulu apa saja isi tata tertib peserta ujian tersebut seperti berikut ini:

TATA TERTIB PESERTA UJIAN

Peserta UN :

  1. Memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni 15 (lima belas) menit sebelum UN dimulai:
  2. bagi yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti UN setelah mendapat izin dari Ketua Pelaksana UN tingkat Satuan Pendidikan, tanpa diberi perpanjangan waktu;
  3. dilarang membawa alat komunikasi elektronik dan kalkulator kesekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan;
  4. tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun dikumpulkan di dalam ruang kelas di bagian depan;
  5. membawa alat tulis menulis berupa pensil 2B, penghapus, penggaris, peraut, dan kartu tanda peserta ujian;
  6. mengisi daftar hadir dengan menggunakan pulpen/bolpoin yang disediakan oleh pengawas ruangan;
  7. mengisi identitas pada halaman pertama butir naskah soal dan identitas pada LJUN secara lengkap dan benar serta menandatangani pernyataan "saya mengerjakan UN dengan jujur".
  8. yang memerlukan penjelasan cara pengisian identitas pada LJUN dapat bertanya kepada pengawas ruang UN dengan cara mengacungkan tangan terlebih dahulu;
  9. diberi kesempatan untuk mengecek ketepatan Antara cover naskah dan isi naskah serta mengecek kelengkapan soal, mulai dari kelengkapan halaman soal sampai kelengkapan nomor soal;
  10. yang memperoleh naskah soal/LJUN yang cacat atau rusak, atau LJUN terlipat, maka naskah soal beserta LJUN-nya tersebut diganti dengan satu set naskah soal cadangan yang terdapat di ruang tersebut atau diruang lain;
  11. yang tidak memperoleh naskah soal/LJUN karena kekurangan naskah, maka perserta yang bersangkutan diberikan satu set naskah soal dan LJUN cadangan yang terdapat di ruang lain atau sekolah/madrasah yang terdekat;
  12. memisahkan LJUN dari naskah soal secara hati-hati;
  13. mulai mengerjakan soal setelah ada tanda waktu mulai ujian;
  14. selama UN berlangsung, peserta UN hanya dapat meninggalkan ruangan dengan izin dan pengawasan dari pengawas ruang UN;
  15.  yang meninggalkan ruangan setelah membaca soal dan tidak kembali lagi sampai tanda selesai dibunyikan, dinyatakan telah selesai menempuh/mengikuti UN pada mata pelajaran yang terkait;
  16. peserta UN yang telah selesai mengerjakan soal sebelum waktu UN berakhir tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum berakhirnya waktu ujian;
  17. peserta UN berhenti mengerjakan soal setelah ada tanda berakhir waktu ujian;
  18. selama UN berlangsung, peserta UN dilarang;
a. menanyakan jawaban soal kepada siapapun;
b. bekerjasama dengan peserta lain;
c. memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal;
d. memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat pekerjaan peserta lain;
e. membawa naskah soal UN dan LJUN Keluar dari ruang ujian;
f. menggantikan atau digantikan oleh orang lain.


Demikian tentang isi Tata Tertib Peserta UN tersebut, semoga bermanfaat.

Minggu, 12 April 2015

MENGENAL VIRUS DAN PENYAKIT YANG DITIMBULKANYA

A. Virus Organisme Subrenik

Kata virus berasal dari bahasa Latin yang artinya racun, karena virus dapat menyebakan penyakit pada tubuh tumbuhan, hewan atau manusia. Virus merupakan makhluk hidup karena adanya DNA dan dapat berkembang biak di dalam sel hidup.
Para ilmuwan belum dapat menentukan apakah virus termasuk golongan tumbuhan atau hewan. Cabang biologi yang khusus mempelajari virus adalah viriologi.

1. Ciri-ciri Virus

a. Tidak memiliki bagian-bagian sel
b. Kulitnya terdiri dari protein sedangkan isinya terdiri atas bahan inti, yaitu asam deoksiribomukleat (DNA)
c. Berkembangbiak di dalam sel hidup makhluk hidup lain (inang)
d. Cara berkembangbiak melalui replikasi DNA
e. Tidak dapat dipengaruhi zat antibiotic
f. Peka terhadap interferom
g. Hidupnya sangat tergantung pada sel inang
h. Ukuran tubuh antara 2 sampai 20 milimikron


Gambar: srbodroid.com
2. Daur Litik Bokteriofage
Bakteriofage adalah virus yang berkembang di dalam sel bakteri Dalam perkembangannya virus akan menghancurkan sel bakteri yang menjadi inangnya sehingga disebut daur Litik.
a. Dengan mengguanakan ujung ekornya bakteriofage menempel pada dinding sel bakteri, dari ujung ekor keluar enzim yang melarutkan dinding sel bakteri.
b. Bakteriofage masuk ke dalam sel bakteri, dan merusak susunan sitoplasma bakteri.
c. DNA bakteri dihancurkan dan DNA  virus mengambil alih tugas DNA bakteri dalam aktivitas selnya DNA bakteri dihancurkan oleh enzim virus
d. Terjadi replikasi DNA virus yang mempunyai kode untuk pembentukan selubung protein
e. Desinfeksi partikel-partiken virus dan dirakit menjadi virus
f. Dinding bakteri pecah bakteri lain.

3. Virus Pathogen
Beberpa virus yang bersifat pathogen akan menimbulkan penyakit, antara lain:

Nama  Virus       
1. Virus influenza
2. Virus polio
3. Virus campak
4. Virus rabies
5. Virus cacar
6. Virus hepatitis
7. HIV Ispa/Flu



Penyakit:
Polio
Campak
Rabies
Campak
Berpatitis A, B
AIDS    


Penularan:
Melalui udara pernafasan
Melalui makanan
Kontak kulit
Gigitan anjing
Kontak kulit
Transfuse, darah, seks bebas
Tarnsfusi darah, seks bebas.



B. Monera

1. Bakteri

a. Sifat-sifat bakteri
? Tubuh ber sel Satu
? Tidak berklorofil
? Inti sel bersifat prokario (tidak berdinding inti)
? Dinding sel terdiri atas selulosa, kadang berselubung lender
? Dapat membentuk endospora jika lingkungan tidak menguntungkan
? Dalam bentuk endospora tahan terhadap desinfektan, sinar, suhu tinggi
? Berkembangbiak dengan membelah diri
? Hidup sebagai parasit atau saprofit

b. Bentuk tubuh bakteri

c. Cara bakteri mendapatkan makanan

1. Bakteri heterotrof, bakteri yang memperoleh makanan dari makhluk lain baik sebagai parasit atau saprofit
2. Bakteri autrotof, bakteri yang dapat mensintesis makanannya sendiri, meliputi cara
  • Fotoautrotof mensintesis makanan dengan bantuan cahaya contoh bakteri engelman
  • Kemoautotrof mensintesis makanan dengan bantuan energy kimia contoh bakteri nitrat, bakteri nitrit.

d.Peranan bakteri

1.Bakteri yang menguntungkan
a. Menguntungkan di bidang pertanian karena dapat mengikat zat lemas (nitrogen) contoh rhizobium, azootobacter, dan sebagainya.
b. Pembuatan produk makanan melalui fermentasi contoh:
o Streptococcus theronophilis untuk pembuatan yoghurt
o Streptococcus Lactis untuk pembuatan keju

c. Penghasil zat antibiotic, contoh sterptomyces penghasil zat antibody
d. Membantu pencernaan makanan pada manusia contoh entamoeba coli dan eschericia coli.

2.Bakteri pathogen (penyebab penyakit)


Nama bakteri    Penyakit yang ditimbulkan
1.Diplococcus pneumomial
2.Mircobacterium tubercolosis
3.Pasteurela pestis
4.Neisseria meningitis
5.Triponema pallidum
6.Neisseria gonorrhoe
7.Clostridium tetani
8.Vibrio comma
9.Salmonella typhosa
10.Mycrobacterium leprae
11.Stigella disentriae
12.Corynebacterium dipthesial
13.Trephonema partenue    Radang paru-paru

Turbercolosis (TBC)
Pes/sampar
Radang seraput otak
Sipilis (penyakit kelamin)
Kencing tanah
(penyakit kelamin)
Tetanus
Kolera
Tipus
Lepra/kista
Disentri
Dipteri
Patek/framboesia

3.Gangga biru

a.Sifat-sifat gangga biru
oTubuh ada yang bersel satu dan berkoloni membentuk benang.
oSelnya prokarion (tidak berdinding inti)
oTidak mempunyai plastid tetapi mempunyai figmen fikosianin.
oCara hidup berkoloni, bersimbiosis dengan tumbuhan lain atau sendiri-sendiri
oBerkembangbiak dengan membelah diri atau fragmentasi dan pembentukan gamet (ookinet)

b.Klasifikasi gangga biru

Gangga biru (yanophyta) dibagi atas 3 bangsa/ordo, yaitu :
1.Bangsa chroococcales
Tubuhnya uniseluler atau koloni serupa dengan sel-selnya berbentuk bulat, berwana biri kehijauan
Contoh: choococcus & gleocapsa

2.Bangsa chamaesiphionales
Tubuhnya uniseluler atau koloni serupa benang, dan dapat membentuk endospora
Contoh: chamaesiphon

3.Bangssa hormogonales
Semuanya berbentuk koloni, benang yang dapat membentuk sel homogonia
Contoh: oscillatoria, rivularia, nostoc, anabaena, scyronemata.

c.Peranan gangga biru
Beberapa genus/marga dari gangga biru dapat mengikat zat lemas (nitrogen) dari udara sehingga dapat menyuburkan tanah pertanian
Contoh:
o Anabaena azollae hidup bersimbiosis dengan azolla pinnata
o Anabaena cycadeae hidup bersimbiosis dengan cycas rumphii.

Sumber: Modul Biologi Paket C Setara SMA 2012

Gambar: Google

Jumat, 10 April 2015

TUMBUHAN LANGKA DI KEBUN RAYA BOGOR (SEARCE PLANT IN BOTANIKAL GARDEN)

The vast archipelago and the great number of island have made Indonesia the home of alarge variety of plant life. The Indonesian flora ranges from the tiny orchid to the giant Raflesia plant. No wonder many botanist are curious to study these plants. The Rafflesia Arnoldi is the biggest flower in the world. It is unusual because if its large size 4 has flower almost a metre in diameter and 1.40 metres in height.

"Rafflesia" is derived from the name of the British Governor General. Sir Thomas Stamford Raffles, who once governed and built the Botanis Gardens in Bogor. Though it is called Rafflesia affer Raffles, the man who discovered the plant was Beccary, an Italian Botanist who visited Sumatra in 1928.
Rafflesia consists of two parts:
  • The stick-part which grows in th middle
  • And the petals around and below it.


The Rafflesia plant begint to flower in its tenth year. It blooms three of four time a year. Before it begins to flower, the leaves and the stem become dry and look dead, but the main root in the ground is still alive

While the flower is blooming, it has a very unpleasant smell which attracts insects. Especially green flies. They seem eager to explore the flower. But if the flies touch the bottom part of the stick, like centre, they die.

So I say hopefully this short article useful, Thank you, for visiting this humble blog.


Source : Buku Modul Paket B Setara SMP tahun 2012.

AWAL KEBANGKITAN DAN PERLAWANAN BANGSA-BANGSA DI ASIA-AFRIKA

Warga belajar dan siswa--sekalian, Perlu kalian ketahui bahwa di negara-negar di Asia dan Afrika tidak luput dari pengaruh kekuasaan Barat. Dalam upaya membebaskan diri dari belenggu penjajahan, Rakyat di berbagai negar di Asia dan Afrika melakukan perjuangan melawan kolonialisme. Beberapa negara Asia dan Afrika yang melakukan perjuangan antara lain India, Turki, Mesir, Filipina, dan Cina. 

a. Gerakan Perjuangan di India

Sejak abad ke-17, raja-raja Hindu maupun Islam telah melakukan perlawanan terhadap usaha perluasan wilayah oleh Inggris maupun Prancis di India. Perlawanan dengan kekerasan ini ternyata tidak selalu berhasil. Kemudian bangsa India melakukan gerakan perlawanan tanpa kekerasan, yang dipimpin Mahatma Gandhi. Selama perjuangannya Mahatma Gandhi mengajarkan 4 (empat) dasar perjuangan, yaitu :
  1. Ahimsa, Gerakan anti kekerasan. Dengan Ahimsa Rakyat India melakukan perlawanan tanpa kekerasan.
  2. Hartal, gerakan perlawanan Rakyat India dalam bentuk aksi tidak berbuat apa pun. Misalnya mereka masuk bekerja di kantor, ke pabrik dan sebagainya tetapi tidak mengerjakan apa-apa.
  3. Satya Graha, gerakan Rakyat India untuk tidak bekerja sama dengan penguasa Inggris.
  4. Swadesi, gerakan Rakyat India untuk menggunakan bahan-bahan buatan sendiri, dan menolak menggunakan bahan-bahan impor yang didatangkan dari Inggris.


Sebelum lahirnya gerakan politik yang dipimpin Mahatma Gandhi, di India telah ada gerakan sosial, pendidikan, dan kerohanian, antara lain:
  1. Brahma Samaj, gerakan sosial ini bertujuan untuk menghapuskan adat istiadat kuno masyarakat India seperti upacara Sutte, aturan kasta dan sebagainya. Gerakan ini dipimpin Ramohan Roy.
  2. Santiniketan, gerakan dalam bidang pendidikan. Gerakan ini bertujuan untuk menanamkan cinta tanah air dan budaya India. Gerakan ini dipimpin oleh Rabindranath Tagore.



b. Gerakan Kebanggsaan Turki

Pada tahun 1906 di turki muncul gerakan Rakyat yang dikenal dengan pergerakan Turki Muda, Yang dipimpin oleh Mustafa Kamal. Gerakan ini sebelumnya bernama perkumpulan Tanah Air dan Kemerdekaan. Puncak gerakan Turki Muda terjadi pada tahun 1919 dengan meletusnya Revolusi Turki Muda. Gerakan ini berhasil menumbangkan kekuasaan pemerintahan di Turki dan menggantinya dengan nama Republik Turki Modern.

Setelah Mustafa Kamal memegang kekuasaan di Turki, ia melakukan perubahan pola kehidupan Rakyat Turki ke dalam pola kehidupan Barat.
  1. Cara yang ditempuh Mustafa Kamal antara lain:
  2. Menyusun UUD negara yang disesuaikan dengna undang-undang negara Barat.
  3. Diadakan pemisahan antara urusan Agama dengan Urusan Negara.
  4. Tulisan huruf Arab yang dipakai secara umum diganti dengan huruf latin.
  5. Seluruh kegiatan ekonomi diatur dan diselenggarakan oleh Negara
  6. Titik berat pembangunan diarahkan pada pembangunan bidan Industri dan prasarana perhubungan (kereta api, jalan raya dan sebagainya)


Perubahan negara Turki yang dilakukan Mustafa Kamal ini dianggap berhasil. Oleh sebab itu Mustafa Kamal diberi gelar Kemal Pasha Ataturk artinya Bapak Turki. Mustafa Kamal menolak mematuhi Perjanjian Svres (1919) yang dipaksakan pihak Sekutu. Hal ini disebabkan perjanjian tersebut dianggap merendahkan martabat bangsa Turki.

c. Gerakan Kebangsaan di Mesir

Pada tahun 1881-1882 di Mesir muncul gerakan kebangsaan yang merupakan perlawanan Rakyat terhadap pengaruh asing, seperti Inggris, dan Perancis. Gerakan ini dipimpin oleh Arabi Pasha. Terjadinya perlawanan Rakyat karena kekuatan bangsa asing yang semakin luas. Apalagi pada tahun 1875 Raja Muda Ismail menjual sebagian besar saham terusan Suez kepada Inggris. Kemudian Inggris pun menempatkan pasukannya di Mesir.

Gerakan perlawanan Rakyat Mesir ini merupakan kebangkitan semangat kebangsaan Mesir. Sudah beberapa kali timbul gerakan kebangsaan Rakyat Mesir melawan kekuasaan Inggris, tetapi perlawanan ini selalu gagal. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya Inggris mengakui Mesir sebagai negara merdeka pada tahun 1922.

Gerakan kebangsaan ini kemudian berkembang dalam bentuk gerakan pembaharuan dalam Islam yang dikenal dengan gerakan Salafiah. Tokoh-tokoh gerakan Salafiah yang dikenal adalah : Jamaluddin al Afghani, Syeh Muhammad Abduh.

d. Gerakan kebanggsaan di Filipina

Perjuangan Rakyat di Filipina muncul dalam bentuk pemberontakan kaum Katipunan melawan kekuasaan Spanyol pada tahun 2890 dipimpin oleh Jose Rizal. Usaha pemberontakan Rakyat Filipina terhadap penguasa Spanyol ternyata tidak berhasil. Jose Rizal berhasil ditangkap penguasa Spanyol lalu dihukum mati pada tanggal 30 Desember 1896.

Dalam perkembangannya terjadi perang antara Spanyol dengan Amerika memperebutkan daerah kolonial di Karibia. Pada saat itulah Rakyat Filipina dipimpin Emilio Aquinaldo, memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 12 Juni 1896. Kemudian dibentuklah Konstitusi negara yang dikenal dengan konstitusi Malolo.

Konstitusi ini merupakan konstitusi pertama di wilayah Asian Tenggara. Perang antara Spanyol dengan Amerika dimenangkan Amerika. Kemenangan Amerika ini berpengaruh terhadap kekuasaan Spanyol di Filipina dijanjikan kemerdekaan di kemudian hari.

Selanjutnya pada tahun 1907 kaum nasionalis Filipina berhasil mengadakana perdamaian dengan Amerika. Dalam perdamaian tersebut Filipina dijanjikan kemerdekaan di kemudian hari.

Pada tahun 1942 Filipina diduduki Jepang. Ketika itu Jepang membentuk organisasi anti Amerika yang dipimpin Benigno Aquino. Pada tanggal 14 September 1943 Jepang memberikan kemerdekaan kepada Filipina. Jepang mengalami kekalahan dalam peperangan melawan sekutu, maka Filipina kembali dikuasai Amerika. Namun pada tanggal 4 Juli 1946 Amerika memberikan kemerdekaan kepada Filipina dengan Manuel Roxas sebagai Presiden peratama Filipina. Dengan demikian berakhirlah penguasaan Amerika atas Filipina selama kurang lebih 50 tahun.


e. Gerakan Kebangsaan di Cina 

Rakyat Cina pernah melakukan perlawanan terhadap orang-orang Eropa yang menguasai Cina. Perlawanan Rakyat ini dikenal dengan perang Candu (1839-1842). Dalam perang ini Rakyat Cina mengalami kekalahan. Setelah itu masuk bangsa Eropa seperti Inggris, Perancil, Belanda dan Jerman. Perlawanan Rakyat Cina terhadap orang-orang Eropa terus berlanjut. Hal ini terbukti dengan terjadinya pemberontakan kaum tani Taiping di Cina Selatan (1849-1864). Pemberontakan ini mencapai puncaknya pada perang "Boxer" (1870-1901). Pemimpin pemberontakan ini adalah Ratu Cze Shi dari dinasti Mancu.

Perlawanan Rakyat ini pun dapat digagalkan oleh pasukan bangsa Eropa yang menduduki Beijing selama 55 hari. Akibat kekalahan Rakyat Cina melawan pasukan gabungan bangsa Eropa, maka wilayah Cina dibagi-bagi dan dijadikan daerah yang disewa antara 75-99 tahun. Selain itu orang-0rang Eropa membentuk negara Eropa di dalam wilayah Cina. Hal ini dirasakan sangat merugikan Rakyat Cina.

Keadaan tersebut mendorong golongan cendikiawan Cina yang dipimpin dr. Sun Yat Sen untuk melakukan gerakan pembaharuan dengan gerakan kebangsaan. Dasar perjuangan ialah San min Chu I atau tidak dasar kerakyatan yaitu nasionalisme, demokrasi dan sosialisme. Perjuangan golongan cendikiawan Cina mencapai puncaknya pada tahun 1911 dengan meletusnya Revolusi Nasional Cina. Dalam revolusi ini Dinasti Manchu berhasil ditumbangkan. Kemudian Dinasti Manchu diganti dengan Republik Cina yang berdasarkan San Min Chu I.

Presiden pertama Republik Cina bernama Jenderal Yun Syih Kai dikenal dengan semboyannya :
1) Republik Cina adalah suatu negara nasional bangsa Cina
2) Pemerintahan disusun berdasarkan asas Demokrasi atau Kedaulatan Rakyat
3) Tujuan untuk mencapai Kesejahteraan Sosial bagi seluruh rakyatnya.


2. Perbandingan Gerakan Kebangsaan di Beberapa Negara Asia dan Afrika dengan di Indonesia

Gerakan kebangsaan di beberapa negara di Asia dan Afrika seperti India, Turki, Filipina, Cina dan Mesir sesungguhnya timbul karena berbagai faktor, misalnya Rakyat di negara itu ingin hidup bersatu dan memiliki rasa setia kawan atau adanya persamaan nasib sebagai Rakyat yang ingin membebaskan diri dari pengaruh kekuasaan bangsa Asing. Gerakan kebangsaan di negara-negara Asia dan Afrika bila dibandingkan mempunyai persamaan dan perbedaan.

Adapun persamaannya adalah secara umum gerakan kebangsaan di Asia dan Afrika memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mengembalikan martabat yang hilang karena penindasan, keserakahan dan kesewenang-wenangan Kolonialisme dan Imperialisme yang telah merampas hak dan harga diri bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.

Sedangkan perbedaannya adalah :
a. Gerakan kebangsaan di India ditujukan untuk mengusir bangsa Inggris dan Perancis. Gerakan yang semula dilakukan dengan kekerasan karena selalu gagal diubah menjadi gerakan tanpa kekerasan yang dipimpin Mahatma Gandhi.

b. Gerakan kebangsaan di Turki ditujukan untuk mengubah sistem pemerintahan kerajaan yang berlaku pada saat itu menjadi Republik Turki Modern.

c. Gerakan kebangsaan di Mesir ditujukan untuk membendung meluasnya pengaruh bangsa Asing seperti Inggris dan Perancis. Kemerdekaan Mesir pada tahun 1922 diperoleh melalui peperangan.

d. Gerakan kebangsaan di Filipihan ditujukan untuk mengusir Spanyol yang menguasai negara itu. Filipina memproklamasikan kemerdekaannnya tiga kali: kemerdekaan I apda tanggal 12 Juni 1896 yang kemudian tidak diakui/ dibatalkan Amerika. Kemerdekaan II pada tanggal 14 September 1943 dari Jepang yang tidak diakui Amerika. Kemerdekaan III pada tanggal 4 Juli 1946 diberikan oleh Amerika.

e. Gerakan kebangsaan di Cina ditujukan untuk mengusir bangsa Eropa seperti Inggris, Perancis, Jerman dan Belanda. Gerakan selanjutnya dalam bentuk Revolusi menumbangkan dinasti Manchu.

f. Gerakan kebangsaan di Indonesia ditujukan untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan kolonial Belanda dan pendudukan Jepang, dalam usaha mencapai kemerdekaan. Bangsa Indonesia melakukan perjuangan baik melalui perlawanan bersenjata maupun cara diplomasi. Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus adalah merupakan hasil perjuangan Rakyat Indonesia.


Rangkuman :

1. Perlawanan Rakyat India terhadap orang Asing dengan kekerasan selalu gagal. karena itu Mahatma Gandhi memimpin perlawanan tanpa kekerasan.

2. Mahatma Gandhi mengajarkan 4 dasar perjuangan yaitu : Ahimsa, Hartal, Stayagraha, Swadesi.

3. Gerakan Turki Muda berhasil menumbangkan kerajaan Turki pada tahun 1919 yang kemudian diganti dengan Republik Turki Modern

4. Gerakan kebangsaan di Mesir muncul pada tahun 1881-1882 yang berbentuk perlawanan Rakyat terhadap Inggris dan Perancis dipimpin Arabi Pasha.

5. Pada tahun 1875 Mesir melalui Raja Muda Ismail menjual sebagian besar saham terusan Suez kepada Inggris.

6. Pada tahun 1922 Inggris mengakui Mesir sebagai negara merdeka

7. Gerakan kebangsaan di Filipina muncul tahun 1896 dalam bentuk gerakan katipunan melawan kekerasan Spanyol, yang dipimpin Jose Rizal.


Demikianlah sejarah tentang Beberapa negara Asia dan Afrika yang melakukan perjuangan untuk kebangkitannya, antara lain India, Turki, Mesir, Filipina, dan Cina. Semoga bermanfaat untuk menambah Ilmu pengetahuan, khususnya tentang sejarah. Wassalam. 

Sabtu, 04 April 2015

CARA PENGENDALIAN SOSIAL DI MASYARAKAT

Warga belajar dan siswa--sekalian, Menurut pemahaman Ilmu sosial khususnya ilmu Sosiologi, manusia selalu berusaha untuk menata dan memperbaiki kehidupannya berkaitan dengan kehidupan masyarakat, dimana interaksi tidak selalu menghasilkan sesuatu seperti yang diharapkan, seperti adanya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan individu-individu atau kelompok.

Penyimpangan yang ada di dalam masyarakat diupayakan agar berkurang dan kalau bisa dihilangkan agar terwujud keseimbangan sosial (Social equilibrium). Upaya untuk mewujudkan kondisi di dalam masyarakat tersebut disebut pengendalian sosial (Social control).

Jadi, apa yang dimaksud dengan pengendalian sosial? Pengendalian sosial adalah cara yang digunakan untuk menertibkan individu yang melanggar peraturan.

Tujuan pengendalian sosial adalah mencapai keserasian antara stabilitas dan perubahan dalam masyarakat.

Kita akan merasa senang dan bahagia jika dilingkungan sekitar kita dalam keadaan tenang, tentram, dan aman yang berarti individu sebagai anggota masyarakat sadar bahwa aturan yang berlaku di masyarakat diikuti dan dilaksanakan dengan baik akan berdampak positif terhadap masyarakat itu sendiri.

Pengendalian sosial berkaitan erat dengan nilai dan norma sosial. Bagi masyarakat, norma sosial mengandung harapan yang dijadikan sebagai pedoman untuk berperilaku. Agar masyarakat berperilaku sesuai dengan pedoman, pengendalian sosial merupakan mekanisme untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan mengarahkan anggota masyarakat untuk bertindak menurut norma dan nilai yang telah melembaga.

Apabila pengendalian sosial tidak diterapkan maka akan mudah terjadi penyimpangan dan tindak amoral lainnya. Setiap warga masyarakat yang tahu tentang aturan dan pedoman yang harus dipatuhi, senantiasa dia kana selalu berhati-hati dan menanamkan dalam dirinya suatu tanggung jawab demi kebaikan masyarakat dan kehidupan di masyarakat.

Berger mendefinisikan pengendalian sosial sebagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan individu yang membangkang, sedangkan Roucek mengemukakan bahwa pengendalian sosial adalah suatu istilah kolektif yang mengacu pada proses terencana yang dalam hal ini individu dianjurkan, dibujuk ataupun dipaksa untuk menyesuaikan diri pada kebiasaan dan nilai hidup kelompok.

Para ahli sosiologi menggunakan istilah pengendalian sosial (pengawasan sosial) untuk menggambarkan segenap cara dan proses yang ditempuh oleh kelompok orang atau masyarakat sehingga para anggotanya dapat bertindak sesuai harapan kelompok atau masyarakat yang bersangkutan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa banyak cara yang digunakan untuk memaksa individu agat taat dengan sejumlah peraturan, misalnya dalam masyarakat adalah menaati adat istiadat yang masih tetap dilestarikan.

Kumpul kebo bagi suatu masyarakat di pedesaan sangat tabu dan dianggap perbuatan yang melanggar adat berat hukumannya, karena jika si pelaku tertangkap basah harus siap menghadapi resiko seperti dibicarakan, didesas-desuskan, dikucilkan, atau mungkin diarak keliling kampung. Mengapa demikian? Karena kumpul kebo merupakan aib di masyarakat yang tidak bisa ditolerir bahkan sanksinya bisa lebih dari itu, seperti diusir dari kampung. Sanksi demikian sudah termasuk ke dalam pengendalian sosial yakni berupa hukum.

Cara Pengendalian Sosial

Bagaimana cara suatu kelompok atau masyarakat membuat anggotanya berperilaku sesuai dengan apa yang diharapkan? 

Pengendalian sosial dilakukan dengan dua cara yaitu:

a. Cara persuasif

Cara pesuasif yaitu cara pengendalian sosial yang ditekankan kepada usaha mengajak atau membimbing, sehingga individu-individu atau kelompok dapat bertindak sesuai dengan aturan yang ada di masyarakat. 

Cara ini menekankan kepada segi nilai kognitif dan afektif misalnya :
1) Si A pengangguran, suatu ketika tertangkap basah mencuri sandal. Kita yakin bahwa mencuri itu perbuatan yang tidak baik dan kita beri bimbingan dan nasihat agar ia mau menjadi loper koran, tukang semir sepatu dan sebagainya.

2) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) membimbing warga masyarakat yang tinggal dipinggir hutan lindung untuk tidak merambah hutan agat tidak terjadi kerusakan hutan. Mereka dapat diarahkan dan dibimbing untuk belajar berbagai macam kegiatan keterampilan home industry yang dapat menghasilkan uang dan berguna bagi masyarakat banyak.

Selain itu dapat pula diberikan penyuluhan tentang pentingnya hutan bagi kelangsungan hidup manusia.


b. Cara koersif 

Cara koersif yaitu pengendalian sosial dilakukan dengan menekankan pada tindakan atau ancaman yang menggunakan kekuatan fisik. Berfungsi sebagai hukuman agar si perlaku jera dan tidak melakukan tindakan itu lagi.

Cara koersif sebaiknya dilakukan sebagai upaya terakhir sesudah cara pengendalian persuasif dilakukan.

Contohnya:
1) Untuk membuat pencopet kapok dengan perbuatannya, ketika tertangkap basah oleh masyarakat si pencopet lalu dikeroyok habis-habisan. Tindakan tersebut tidak diperkenankan secara hukum karena main hakim sendiri.

2) Pedagang kaki lima seperti pedangang buah-buahan, pedagang sayur dan lain sebagainya yang melanggar tata tertib ditindak oleh petugas dan mengangkut secara paksa barang dagangan ke atas truk karena telah berkali-kali diperingatkan tetapi tidak diindahkan.  


Demikian pembahasan kita tentang cara pengendalian sosial menurut ilmu sosiologi, selanjutnya silakan warga belajar mencari lebih lengkap lagi tentang teori dan contoh-contoh pengendalian sosial tersebut. Terimakasih selamat belajar..wassalam. 

Kamis, 02 April 2015

CARA MENDENGARKAN DAN PEMBACAAN CERPEN SASTRA

Ketika membaca atau mendengarkan cerpen di-bacakan, ada hal-hal penting yang harus diperhatikan. Dalam membacakan cerpen untuk orang lain, hal-hal yang harus diperhatikan adalah :

  • Bacalah terlebih dahulu cerpen tersebut sehingga anda tahu dan mengerti betul isi ceritanya.
  • Ceritakan cerpen tersebut kepada rekan lain, dengan penceritaan yang tenang, berintonasi seperlunya, dan penuh penghayatan terhadap isi ceritanya.
  • Perhatikan volume suara dan kejelasan pengucapan sehingga rekan lain dapat memahami setiap kata yang anda ucapkan. 

Pendengar yang menyimak sebuah pembacaan cerpen juga harus memperhatikan hal-hal berikut :

  • Konsentrasi dan siapkan alat tulis
  • Catatlah judul cerpen yang dibacakan
  • Selama mendengarkan pembacaan cerpen, catatlah hal-hal penting, yaitu nama tokoh cerita yang muncul satu persatu, peristiwa yang dialami, penyelesaian masalah dari peristiwa it, dan akhir ceritanya.
  • Catatlah pula kesan anda mengenai watak tokoh cerita
  • Catat juga kesan anda setelah mendengarkan peristiwa dan permasalahan yang sudah diatasi dari cerpen tersebut.

Setelah mengetahui cara-cara pembacaan cerpen di atas, Anda akan mengerti bahwa di dalam cerpen terdapat unsur intrinsik atau unsur yang ada di dalam cerpen. Unsur tersebut di antaranya:

  1. Tema yaitu gagasan yang menjiwai seluruh cerita
  2. Amanat yaitu pesan atau hikmah yang ingin disampaikan penulis untuk difahami pembaca cerita
  3. Plot atau alur yaitu jalan cerita yang berupa rangkaian urutan peristiwa yang menjalin cerita
  4. Penokohan dan perwatakan yaitu orang-orang yang ada di dalam cerita disertai watak dan perilakunya.
  5. Setting yaitu latar waktu dan tempat terjadinya peristiwa di dalam cerita
  6. Dialog yaitu percakapan yang dilakukan tokoh-tokoh cerita yang menggambarkan watak, tanggapan atas kejadian, dan penggambaran lain yang dapat menunjukan isi cerita.
  7. Sudut pandang yaitu posisi pengarang terhadap cerita, apakah ikut terlibat di dalam cerita atau hanya memaparkan cerita.


Bacakanlah cerpen di bawah ini !

JUDUL : INGAT MARINDA, AKU JADI HARU
(CERITA PENDEK KARYA : YETTI A.K.A)

Aku mengenang kedua matanya. Merah basah untuk terakhir kali. Ia terliha kelam. Dan aku membacakannya, seperti luapan cinta yang lalu tawar.

* * *

     Ingat Marinda, aku jadi haru.
     Aku mengerti benar tentangnya. Ia pernah memiliki hidup yang terlalu rimbun. Penuh semangat. Bahagia.
     Bahagia. Ah, setidaknya begitu yang terpancar dari bahasa wajahnya. Siapa pun yang pernah melihatnya akan mengatakan ia perempuan terbahagia dengan garis wajah yang sering kali sumringah dan lesung pipit di pipi yang merona. Juga tentu sepasang mata bening yang dalam telaga.
     Suatu ketika ia berkata, "Hidup tidak kurang dari permainan perasaan. Sementara aku sangat terbiasa mempermainkan banyak hal."
    "Apa kebahagiaan juga permainan?"
    "Tidak selalu untuk orang lain."
    "Untuk mu?"
    "Barangkali."
    "Apa karena kau cantik?"
    "Mungkin saja. Siapa yang tidak terpanah dengan tipu kecantikan yang menyambar secara mendadak."
    Marinda benar, kukira. Sebab hampir tiap hari ia membuat pesona yang berbeda, dengan sentakan yang tiba-tiba. Dan aku tahu telah berapa cinta yang bersimpuh di sana.
    "Cinta. Aku lebih percaya kalua itu hanya kegilaan," katanya Ia melepas ikatan pada rambutnya yang tebal, sedang matanya tak melepasku.
    "Jangan bermain seperti itu nanti terbakar!"
    "Aku ingin sekali merasakan api itu," ia menantang. "Mungkin saja bisa membuatku menikmati sensasi lain. Selama ini hidupku datar. Membosankan."
    "Kau tidak akan seberani itu, saat kau berhadapan dengan kenyataan."
    "Kau mulai meragukan aku."
    "Kau memandang mudah segala hal."
    "Kau terlalu serius," ia tertawa. "O ya, menurut apa aku harus menangis saat sedih. Harus berteriak saat luka. Tidakah cara itu hanya membuat malu. Aku bisa mempermalukan diriku sendiri."
    Lalu memang beberapa kali aku pernah melihatnya menggeliat sakit di bawah tumpukan pengkhianatan yang bersesakan.
    Beberapa lamanya ia tak melakukan apa-apa selain berkurung diri di kamar. ia membenci dunia luar yang tampak gelap, menakutkan.
    Ia ingin lari. Membuat rumah kecil yang damai dalam hatinya. Di rumah itu, Marinda menyembunyikan dirinya. Membuang jauh segala sesuatu yang mengganjal perasaannya dengan menghabiskan berbungkus-bungkus rokok.
    Aku marah, merasa kecewa, bila ia begitu. Marinda terlalu manis untuk terluka dan menyerah.
    Tapi perempuan keras kepala sepertinya, hanya berkata, "Aku baik-baik saja."
    "Itu tidak benar. Kau bohong."
    "Ya. Baiklah. Aku sakit. Tapi itu bagian dari risiko. Aku tidak apa-apa. Rianti. Kau jangan keterlaluan memojokkanku." Aku berhenti marah, berhenti kecewa.
    Setelah itu aku dicubit sepi dan membiarkan persahabatan demikian dingin. Sangat panjang. Hingga ada rindu yang aneh.
    Maka ia mengalah, meminta, "Rianti, aku rindu. Kapan kau datang lagi padaku dengan sebilah pedang."

* * *

    Ingat Marinda, aku jadi haru.
    Sejak kecil, ia telah membenamkan hidupnya pada dongeng lelaki pematung kayu. Ia merasa sangat yakin, lelali itu meninggalkan sesuatu yang putih dalam jiwanya. Cinta. Hingga, ia akan tampak berseri saat harus menceritakan si pematung kayu berkali-kali. Lelaki yang tampan, menurutnya. Hal itu ia buktikan dengan memperlihatkan selembar gambar kusam yang tersimpan di dompetnya. Bila malam, ia senang menempelkan gambar itu di dinding kamar hingga ia bisa menatap lama pada sosok lelaki tampan sebelum matanya mengatup pelan. Saat pagi, ia menyimpan kembali dalam dompet dengan paras muka sedih. Seakan-akan ia tengah melepas suatu kepergian.
    Ia bercerita tentang lelaki dalam gambar itu.
    Lelaki itu cinta pertama Marind, saat ia baru duduk di kelas tiga sekolah dasar. Aku lebih percaya kalau ia membuat dan berusaha membawaku dalam permainan yang tidak lucu. Api Marinda membuatku tersentak. Dengan mimik yang sungguh-sungguh ia mengaku laki-laki dua puluh lima tahun di atasnya itu menciumnya pertama kali di balik gedung sekolah dan menghadiahinya boneka kayu bermata elok.
    Ia merasa jatuh cinta setelah kejadian yang tak terduga itu. Secara sembunyi-sembunyi ia sering bertemu lelaki pematung kayu. Terkadang lelaki itu membuatnya jadi boneka yang kaku di sudut sebuah bangunan atau dibalik pohon-pohon. Dan ia senang sekali. Apalagi lelaki pematung kayu itu berjanji akan membawa jauh dari perempuan bermulut lebar, ibunya. Marinda tidak menyukai perempuan itu yang hampir setiap pagi berteriak keras dan menyuruhnya melakukan perkerjaan rumah yang menumpuk. Marinda ingin sesekali dapat ke sekolah bersama-sama temannya sambil bernyanyi-nyanyi sepanjang jalan.
    Hanya saja, perpisahan terjadi dan Marinda tidak pernah dibawa pergi, setelah pertengkaran si pematung kayu dengan perempuan bermulut lebar (Ibu Marinda tidak sengaja melihat pematung kayu membawa Marinda ke sebuah bangunan tua). 
    Lelaki itu meninggalkannya. Marinda meraung seharian. Ia bersumpah, akan benar-benar berhenti mencintai ibunya. Tetapi lelaki itu tidak pernah kembali.
    Marinda retak. Ia salah mengira, cinta selalu putih.
    Waktu pun bergerak dan menyeret Marinda dalam rasa haus pada cinta. Berkali-kali ia bisa jatu cinta. Tetapi sesaat. Sebaba iaa tidak sanggup mengkhianati cintanya pada lelaki pematung kayu. Ia dihantui oleh perasaan cinta kanak-kanak yang lugu dan polos. 
    Karena itu baginya, kebahagiaan tidak lebih dari permainan sedangkan cinta adalah kegilaan.

* * * 

    Ingat Marinda, aku jadi haru.
    Banyak sekali aku menyaksikan ia memenggal kebahagiaannya untuk sekian permainan cinta. Kusaksikan Marinda terus berlarian di atas cinta semu dan kegembiraan palsu.
    Sampai, pernah satu kali dari sejumlah permainannya, ia sungguh-sungguh jatuh cinta. Bagaimana ketika itu aku memergokinya tidur-tiduran seharian. Ia menyembunyikan kegelisahaannya dengan membenamkan wajah di sebuah bantal gambar boneka.
    "Kau jatuh cinta" aku menebak
    Tertawa pecah, "Kau gegabah menyimpulkan sesuatu."
    "Aku melihatnya di seluruh tubuhmu. Di setiap pori kulitmu."
    "Kau membuat gugup" ia mengangkat mukanya yang pucat.
    "jadi benar."
    "Tidak seperti yang kau pikirkan." Ia mengelurkan sebatang rokok dan membakarnya.
    "Siapa dia."
    "Sudah, Rianti. Kau jangan menggodaku."
    Marinda meninggalkanku dengan langkah terburu-buru. Bila gelisah, selain tempat tidur, ia juga menyukai halaman samping yang penuh pohon bambu. Bisa berjam-jam ia duduk di sana. Aku membiarkannya.
    Hingga pada kesempatan lain, saat malam hari dan bulan hampir purnama, ia berbisik pelan sekali. "Jika matanya serasa menembus dalam perasaanku, apa aku jatuh cinta?"
    "Tidak salah lagi. Benar. Kau jatuh cinta," aku bersorak. Beberapa bintang tampak menari dan berjatuhan di mataku. Aku merasa sedang merayakan sesuatu yang luar biasa.
    Ia tersenyum kecil, Sedikit saja. Berkali-kali ia menarik nafas berat.
    Kukatakan. "Kau harus menjaga perasaan itu."
    Ia menggenggam tanganku erat berkata, "Apa mungkin aku masih bisa jatuh cinta? Ini diluar dugaanku."
    Aku merasa ia amat tertekan.

* * *

    Ingat Marinda, aku jadi haru.
    Sebab, suatu hari tanpa disangka, ia mengabarkan padaku akan menikah dengan lelaki lain, bukan seorang yang ia cintai. Sambil menahan kesedihannya, ia bercerita bahwa hidupnya seudah ditakdirkan bertemu permainan demi permainan. Lelaki yang ia cintai telah meninggalkannya dan menikah dengan perempuan lain yang juga tanpa cinta. Dan ia pun dihadapkan pada kenyataan harus menikah dengan lelaki yang sama sekali tidak membuatnya bisa tersenyum.
    Aku mengihiburnya. Kuceritakan pula tentang ayah dan ibuku yang walanya menikah tanpa jatuh cinta lebih dulu. Namun setelah hidup bersama, semua mengalir saja. Ia tertawa sinis, katanya ibuku mungkin perempuan yang bisa mengalah dan sabar, sementara ia merasa bukan bagian dari itu. Sajak kecil, ia telah belajar jadi pemberontak. Aku kita ia benar. Lalu kusarankan padanya untuk membatalkan pernikahannya.
    Ia diam. Seolah-olah ada beban yang berat.
    "Kau masih bisa memilih untuk tidak menikah dengannya" ujarku.
    "Kukira tidak. Aku benci ibuku. Tapi aku tidak bisa mempermalukannya."
    "Kau bisa membicarakannya baik-baik."
    "Tidak semudah yang kau pikirkan."
    "Kau tidak akan bahagia jika kau memaksakan diri."
    "Aku tidak berani."
    "Aku tidak mengenalmu yang seperti ini."
    "Aku tidak sanggup melakukan apa-apa."
    Aku menemukan ia yang benar-benar berbeda. Kami diam dalam waktu yang serasa terpotong.
    Dimataku Marinda sangat menyedihkan.
    Semalaman, ia tidak bisa tidur. Ia mengajakku menikmati malam perpisahan itu dengan bercerita kembali tentang cita-cita kami yang ingin jadi penyair. (Hahahaha! Kami tertawa keras ketika mengikrarkan janji itu dengan wajah sungguh merah, sebab kami ingin menggenggam dunia). Dan malam itu, kami juga kembali tertawa dengan sudut mata tergenang-genang butiran air mata. Marinda menarik janjinya dan melupakan tentang cita-cita itu. ia mengaku tidak akan punya banyak waktu untuk hal lain setelah pernikahannya Ia akan disibukan oleh urusan rumah tangga.
    Aku merasa sangat sendiri.
    Kuantar Marinda menuju pernikahannya itu. Wajahnya memancarkan kebahagiaan yang menusukku. Sedih rasanya dihadapkan pada kenyataan harus melepas seorang teman yang hari-harinya hampir menjadi miliku dan hari-hariku menjadi milikmu.

* * *

    Ingat Marinda, aku jadi haru.
    Belum enam bulan ia menikah, aku mendapat kabar yang memilukan. Ia tidak bahagia dan ingin pergi dari lelaki itu dengan membawa jabang bayi dalam perutnya yang masih berumur tiga bulan. Ia benar-benar ingin berpisah dari lelaku itu karena menurutnya ia tidak sanggup lagi untuk belajar mencintai.
    "Sungguh. Terlalu banyak yang salah dalam hidupku," katanya lewat telepon.
    "Kau harus sabar. jangan mengambil keputusan apa-apa selagi kau marah," aku mengingatkannya.
    "Tapi aku sakit, Rianti. Sakit sekali."
    "Kau akan melewati semua itu dengan baik-baik saja." Aku membujuknya.
    Ia menutup telepon mendadak. Aku mengerti, ia kecewa dengan sikapku. Tentunya ia mengharapkan aku membelanya dan memberinya jalan untuk meninggalkan lelaki itu.
    Sejak itu, ia jarang menghubungiku.
    Hingga suatu ketika, aku dikejutkan lagi oleh kedatangannya yang tiba-tiba. Ia menangis dan menunjukan hatinya yang pecah. 
    Aku memeluknya. Kubisikan, aku akan selalu ada untuknya. Kuminta ia tinggal saja bersamaku untuk sementara, sebelum memutuskan benar-benar berpisah dari lelaki yang telah menanam cinta di tubuhnya.
    Ia masih terisak. Ah. Marinda manis yang malang. Aku selalu membayangkan perempuan manis akan menemukan keberuntungan yang baik dariku.
    Tapi kini, lihatlah, di matanya yang basah tumbuh sebatang pohon, kering tak berdaun dan akar-akar menjalar menembus kelopak mata. Pohon itu dalam sekejap menyambar Marinda.
    Aku berteriak, tertahan. Marinda tertelan.
    Ingat Marinda, aku jadi haru.
    Sejak ia ditelan pohon, aku sering merasa ia manatapku dengan mata boneka yang bulat. Mata yang ingin menyelam dalam, dikesedihan tanpa tepi.

Padang, 2005

(Dari: Media Indonesia, 19 Juni 2005)

* * *

Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan isi cerita pendek  yang telah di bacakan di atas!

  1. Apa tema cerpen di atas
  2. Amanat apa yang dapat kamu tangkap dari cerpen tersebut?
  3. Bagaimana plot atau alurnya?
  4. Bagaimana penokohan dan perwatakan orang-oang yang ada di dalam cerita pendek itu?
  5. Jelaskan settingnya!
  6. Apakah menurut Anda dialog yang ada di dalam cerpen sudah menggambarkan watak, isi, dan segala hal yang sesuai untuk cerpen tersebut?
  7. Bagaimana sudut pandang cerpen di atas!


Jika kamu telah selesai menjawab pertanyaan di atas, langkah berikutnya ; 

Bandingkan jawaban Anda dengan jawaban berikut!
1. Jangan bermain-main atau gegabah dalam memutuskan dengan masa depanmu dan kebahagiaanmu, karena masa depan dan kebahagiaanmu ada di tanganmu sendiri.

2. Bahwa dalam menjalani hidup harus mau menghadapi kenyataan dan realita, tidak terus-menerus tenggelam dalam keindahan masa lalu yang tidak mungkin kembali, dan khayalan masa depan yang tidak tercapai seperti halnya Marinda, karena hal seperti itu akan menghancurkan masa depan Anda.

3. Pada bagian awal cerita berjalan maju, kemudian cerita mengarah ke masa lalu atau beralur mundur ke masa kecil tokoh cerita, kemudian cerita mengalir maju mengikuti nasib tokoh cerita.

4. Tokoh utama: Marinda
Wataknya: terlalu tenggelam dalam kenangan masa lalu dan mengkhayalkan masa depan sulit tercapai sehingga menghancurkan masa-masa indah hidupnya yang seharusnya dirasakannya.
Tokoh lain: Aku (Rianti), teman Marinda Wataknya: selalu berusaha memberikan pandangan realitas utnuk kebahagiaanya.
Tokoh lain: ibunya dan pematung kayu
wataknya: ibunya seorang yang banyak bicara dan menyuruh, pematung kayu, seorang yang telah melakukan pelecehan terhadap masa kecilnya dengan menyeretnya menjadi gadis remaja dalam cinta yang bergelora, namun Marinda tidak menyadari dan mengira perlakuan yang didapatkannya merupakan bentuk cinta yang putih dan setia.

5. Setting waktu berpindah-pindah dari masa kini, kemasa kecil, lalu masa-masa di kala ia sedih di malam hari, pagi hari, dan di kala bahagia dalam pesta pernikahannya.
Adapun setting/ latar tempat tidak terlalu berpusat di satu tempat. Latar tempat mengalir sesuai dengan cerita dan kebutuhan pengembangan cerita.

6. Dialog sudah sesuai untuk menggambarkan watak tokoh-tokoh ceritanya.

7. Pengarang menempatkan dirinya sebagai orang kedua atau sahabat dari tokoh cerita.  


Sumber: Buku Modul Bahasa Indonesia Kesetaraan Paket C Kelas X tahun 2009, dengan  penambahan dan perubahan seperlunya.