Kamis, 19 Maret 2015

SEJARAH REVOLUSI AMERIKA

Gambar:  Google
Warga belajar dan siswa--sekalian, Dalam pembahasan kita kali ini, pada mata pelajaran sejarah kita akan mempelajari peristiwa yang terjadi di benua Amerika, yaitu mengenai Revolusi yang terjadi di Amerika. Untuk lebih jelaskan mari kita simak uraian di bawah ini:

1. Amerika merupakan Koloni Inggris

Pada masa lalu, di Eropa ada 2 bangsa yang selalu berebut kekuasaan yaitu Inggris dan Prancis, Kedua bangsa ini dikenal sebagai kolonisator. Mereka saling berperang memperebutkan tanah jajahan, baik di India maupun di Amerika.

Di Benua Amerika, Inggris menduduki daerah pantai Timur dan mendirikan kota-kota seperti Boston, Saratoga, Philadephi, dan Washington. Prancis menguasai Canada (sebelah Utara) dan Lousiana (sebelah selatan). Sementara itu Florida di Ujung Selatan dikuasai Spanyol. Akibat persaingan dan perebutan daerah kekuasaan tersebut, perang antara Inggris dan Prancis tidak dapat dielakan. Perang antara Inggris dan Perancis ini berlangsung selama 7 tahun. Dalam peperangan ini Inggris sering terdesak, walaupun pada akhirnya Inggris berhasil memenangkan perang. Prancis kalam dalam peperangan dengan Inggris, maka Prancis harus menyerahkan Canada dan Lousiana kepada Inggris. Kemudian Spanyol menyerahkan pula Florida, sehingga seluruh Amerika bagian Utara dikuasai oleh Inggris. Pada saat itu Inggris menjadi penguasa terbesar.

Inggris sebagai negara penjajah berpendapat bahwa tanah jajahan sepenuhnya untuk kepentingan negara penjajah. Dalam peperang dengan Prancis, Inggris banyak sekali mengeluarkan biaya. Untuk menutupi biaya perang yang telah dikeluarkan ini, maka Inggris menetapkan beberapa macam pajak, misalnya pajak atas perangko, dan pajak atas teh. Rakyat Amerika bersedia membayar pajak tersebut dengan syarat, mereka diberi perwakilan dalam parlemen di London. Raja Inggris yang memerintah pada saat itu, yaitu George II, menolak permintaan Rakyat Amerika tersebut. Masing-masing pihak tidak ada kesepakatan sehingga terjadi ketegangan dan kerusuhan. Akhirnya Amerika memberontak terhadap penguasa Inggris.

2. Deklarasi Kemerdekaan Amerika

Rakyat Amerika tidak ingin terus menerus dijajah bangsa lain, yang menyebabkan Rakyat Amerika menderita dan sengsara. Pada tanggal 4 Juli 1776 para pemimpin Rakyat Amerika yag mewakili 13 negara bagian berkumpul di Philadephia lalu memproklamasikan kemerdekaannya. Naskah "Declaration of Independence" atau Pernyataan kemerdekaan, yang disusun oleh Thomas Jefferson. 

Naskah Deklarasi Kemerdekaan Amerika atau Declaration of Independence

Di dalam naskah tersebut dijamin hak Rakyat Amerika untuk mengatur pemerintahannya sendiri. Lahirnya Pernyataan Kemerdekaan itu merupakan perwujudan dari hak asasi manusia yang apda dasarnya kebebasan suatu bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri. Hal ini berrarti bahwa penjajahan suatu bangsa terhadap bangsa lain yang berdaulat bertentangan dengan hak asasi manusia.

Akibat dicetuskannya kemerdekaan Amerika dan sikap Inggris yang ingin tetap berkuasa, maka sejak 4 Juli 1776 mulailah berlangsung Perang Kemerdekaan Amerika melawan Inggris. Dalam perang kemerdekaan ini, rakyat Amerika yang dipimpin oleh seorang panglima perang bernama George Washington. Selama berlangsung perang kemerdekaan Amerika, banyak orang Eropa yang bersimpati dan membantu Rakyat Ameria sebagai sukarelawan, antara lain Jenderal Lafeyette dari Prancis. Berkat kegigihan dan kecerdikan George Washingto dalam memimpin pasukan Amerika, maka paa tahun 1777 kota Saratoga berhasil dibebaskan dari penguasa Inggris. Perkembangan selanjutnya tentara Inggris mengalami lagi kekalahan besar hingga memperlihatnya kejatuhan Inggris di Yorktown. Inggris terus mengalami kekalahan dalam banyak pertempuran, sehingga Inggris bersedia berdamai dengan Amerika. Dalam perdamaian di Versailles tahun 1783. Inggris terpaksa harus mengakui kedaulatan Amerika. Berawal dari sinilah Amerika menjadi sebuah negara yang benar-benar merdeka dengan nama United State of Amerika (USA), dipimpin oleh George Washington, sebagai presiden pertama Amerika Serikat. Pada mulanya negara Amerika hanya terdiri dari 13 negara bagian.

 
3. Pemerintahan negara Amerika Serikat diatur berdasarkan Undang-undang Dasar Tahun 1787

Di dalam pembukaan Undang-undang Dasar tersebut dirumuskan tujuan negara (tujuan hidup) bangsa Amerika yang berbunyi "Kami Rakyat Amerika Serikat bertujuan untuk mengadakan persatuan yang lebih erat, menyusun pertahanan bersama, memajukan kesejateraan untuk kami sendiri dan keturunan kami, menetapkan dan menyusun Undang-undang Dasar Amerika Serikat".

Kekuasaan untuk membuat Undang-undang berada pada Dewan Perwakilan yang terdiri atas 2 unsur yaitu :
  1. House of Representatives ialah Dewan Perwakilan yang anggotanya dipilih oleh rakyat dalam pemilihan umum
  2. Senate ialah Dewan Perwakilan yang anggotanya terdiri atas utusan masing-masing negara (negara bagian) yang terdapat di dalam negara Amerika Serikat.
Kedua Dewan Perwakilan tersebut disebut Congres Dewan Perwakilan ini memiliki kekuasaan membuat Undang-undang tetapi presiden pun mempunyai hak Veto, artinya dapat menolak Undang-undang yang dibuat Dewan Perwakilan, apabila oleh Presiden dipandang bahwa Undang-undang tersebut merugikan Rakyat, dan mengancam/ mengganggu ketertiban.

Amerika Serikat sekarang terdiri dari 50 negara bagian. Negara Amerika Serikat merupakan negara serikat dan dipimpin seorang Presiden yang dipilih melalui pemilihan umum. Pusat pemerintahan dan sekaligus ibukota negara berada di kota Washington. Presiden bertempat tinggal di Istana White House (Gedung Putih).

Tanggal 4 Juli merupakan hari bersejarah bagi Rakyat Amerika. Oleh karena itu Rakyat Amerika memperingati hari kemerdekaannya pada setiap tanggal 4 Juli tersebut.



Baca Juga :

- Sejarah Revolusi Perancis, di sini !!
- Sejarah Revolusi Industri Inggris, di sini !!

Sumber : Buku Modul IPS Sejarah Kesetaraan Paket B Dirjendiklusepa 2011,   

Sumber Gambar : Google

CARA PERDAGANGAN DAN PELAYARAN DI ASIA JAMAN DAHULU

Setelah beberapa lama, Dalam perkembangan ekonomi dan perdagangan khususnya di Asia tenggara, hubungan perdagangan melalui jalan darat makin lama makin berkurang. Hal ini disebabkan antara lain karena faktor keamanan dalam perjalanan. Mungkin ketika itu sering terjadi gangguan dalam perjalanan seperti bencana alam (badai, banjir) dan gangguan binatang buas lainnya. Karena itu perjalanan membawa barang perdagangan mulai dialihkan melalui pelayaran di lautan.

Jalan melalui laut yang dimulai dari Negeri Cina melewati Selat Malaka dan perairan Indonesia menuju ke negeri India. Demikian pula sebaliknya pelayaran niaga dari India ke negeri Cina juga melalui Selat Malaka. Meningkatkan lalu lintas perdagangan melalui Selat Malaka menyebabkan munculnya bandar-bandar atau pelabuhan-pelabuhan kecil disekitarnya (terutama di pesisir Pulau Sumatera). Di Tempat-tempat tersebut para pedagang India maupun Cina beristirahat sementara sebelum melanjutkan pelayarannya. Pada waktu istirahat mereka mencari persediaan bahan makanan dan air minum juga barang dagangan di wilayah Indonesia. Dalam perkembangan selanjutnya ternyata semakin banyak pedagang-pedagang Cina maupun India yang singgah di kepulauan Indonesia. Karena keadaan demikian, maka para pedagang lebih menyukai menggunakan jalan perdagangan melalui laut. Banyaknya pedagang Cina maupun India yang menggunakan jalan laut menyebabkan makin ramainya perdagangan pelayaran di Asia, khususnya Asia Tenggara. Kedua negeri tersebut saling mencukupi keperluan masing-masing. Dari negeri Cina didatangkan barang-barang porselen dan sutera, sedangkan India banyak mengekspor barang-barang dari gading, ukir-ukirang dan tenunan halus.

Setelah mereka mengetahui bahwa Indonesia adalah sebuah negeri yang subur, tanah luas, dan banyak hasil bumi yang sangat diperlukan oleh bangsa-bangsa lain, misalnya: emas, perak, beras, rempah-rempah, kayu cendana, kayu gaharu, kapur barus dan lain-lain, wilayah Indonesia makin ramai oleh perdagangan di Asia.

Hubungan dagang antara India dan Indonesia makin lama semakin berkembang. Meluasnya hubungan dagang dengan Indonesia setelah para pedagang India dalam perdagangan  dan pelayarannya menempuh jalan menyusuri pantai Barat Sumatera, terus ke Selat Sunda. Selanjutnya mereka berbelok ke arah utara menyusuri pantai Utara Jawa, Pantai Timur Kalimantan terus ke Cina.

Jalan perdagangan yang ditempuh oleh para pedagang India tersebut karena selain lautnya lebih tenang dan aman, juga daerah-daerah yang dilalui banyak menghasilkan barang dagangan seperti: emas, perak, gading, beras, rempah-rempah, rotan, kayu cendana, kapur barus, dan sebagainya. Kesempatan beristirahat dapat mereka manfaatkan untuk mendapatkan barang-barang tersebut. Menurut catatan para ahli sejarah hubungan dagang antara India dengan Indonesia lebih dahulu berkembang dibandingkan dengan hubungan antar Indonesia dengan Cina. Jadi kepulauan kita telah dikenal oleh orang-orang India terlebih dahulu. Bahkan di dalam kitab Ramayana (kitab Agama Hindu) terdapat nama Yawadwipa (Yawa: Jewawut, dwila: Pulau).Nama ini dipakai untuk menyebut suatu daerah di sebelah Timur Indonesia. Kemungkinan besar yang dimaksud dengan Yawadwipa adalah sebutan untuk Pulau Jawa.



Sumber lain tentang kepulauan Indonesia, disebutkan oleh seorang ahli ilmu bumi bangsa Yunani bernama Ptolomeus (kurang lebih 150 M). Ia menyebutkan bahwa di sebelah Timur terletak kepulauan yang banyak menghasilkan emas. Ptolomeus menyebutkan kepulauan ini dengan sebutan "Jabadiu". Mungkin nama Jabadiu ini dimaksudkan Pulau Jawa atau mungkin Pulau Sumatera.

Pada abad ke-5 sampai abad ke-6 perdagangan makin berkembang di Sumatera Tengah Kemudian dari abad ke-7 hingga abad ke-14 perdagangan berpusat di Kerajaan Sriwijaya. ZKarena pada waktu itu merupakan tempat persinggahan kapal dagang yang berlayar antara India dan Cina. Demikian pula sebaliknya. Bahkan para pedagang asing itu bukan hanya pedagang India dan Cina, melainkan ada juga pedagang Arab dan Siam (Thailand). Para pedagang itu membongkar dan memuat barang dagangan mereka di pusat pelabuan Sriwijaya. Dengan demikian Sriwijaya cepat berkembang menjadi bandar dan pusat perdagangan internasional yang sangat ramai.

Sementara itu di Pulau Jawa sekitar abad ake-14 terdapat bandar perdagangan yang tersebar yakni terletak di kota Tubah dan Gresik (Jawa Timur). Karena pada pertengahan masa itu kerajaan Majapahit dengan rajanya bernama Hayam Wuruk dan Patihnya Gajah Mada mencapai puncak kejayaan. Bandar-bandartersebut menjadi gudang rempah-rempah dari kepulauan Maluku. Dalam perkembangannya setelah itu baru muncul kota-kota Surabaya dan Jepara.

Seperti telah kita ketahui bahwa rempah-rempah sejak dahulu kala merupakan barang dagangan yang penting. Dari Eropa banyak permintaan rempah-rempah tersebut. Bandar-bandar di Jawa merupakan pelabuhan transit bagi rempah-rempah dari kepulauan Maluku. Dari sini remaph-rempah di bawa berlayar ke Barat, ke arah utara, sampai ke negeri Cina. Demikian pula barang dagangan lainnya seperti beras, dan bahan makanan banyak diangkut dari banda-bandar di Pulau Jawa.

Dengan adanya peningkatan kegiatan perdagangan antara Eropa dan Asia termasuk Indonesia, maka perdagangan rempah-rempah makin ramai. Karena banyak permintaan maka produksi rempah-rempah semakin dikenal oleh pedagang-pedagang asing. Keadaan ini menimbulkan keinginan besar di kalangan orang asing terutama Eropa untuk mengunjungi kepulauan kita.    

 
Sumber : dirangkum dari berbagai sumber !!

MENGENAL SISTEM BARTER PADA PERDAGANGAN KUNO

Dahulu kala, pada masa kuno perdagangan yang dilakukan nenek moyang kita dahulu belum seperti yang kita lihat sekarang. Ketika itu belum ada atau belum berlaku mata uang di seluruh kepulauan. Barang-barang dagangan mereka tidak diperjualbelikan dengan menggunakan uang sebagai alat tukar, tetapi saling bertukar barang antara mereka.


Cara perdagangan yang berlaku pada waktu itu adalah dengan sistem barter, yaitu barang dagangan yang mereka bawa saling dipertukarkan sesuai dengan keperluan dan kebutuhan masing-masing. Misalnya: Ada penduduk yang berdiam dilereng-lereng gunung akan melakukan barter dengan penduduk yang ada di daerah pantai, Contoh yang lebih rumit: jika nenek moyang kita yang berasal dari pulau Sumatera memerlukan beras dan makanan lainnya, maka mereka pergi berlayar ke pulau Jawa membawa hasil bumi didaerahnya berupa emas atau perak untuk diperdagangkan atau dipertukarkan. Demikian pula mereka yang berasal dari pulau Maluku membawa rempah-rempah singgah ke pulau Sumatera lalu mereka butuh emas atau perak, maka mereka pun melakukan pertukaran barang yang mereka bawa dengan barang yang dibutuhkan.

Pada waktu itu penduduk memang belum mengenal mata uang seperti sekarang. Orang-orang melakukan pertukaran langsung terhadap barang yang dibutuhkannya dengan barang yang berlebihan yang mereka miliki.

MENGENAL ISTILAH JALAN SUTERA DALAM PERDAGANGAN DI ASIA


Dari hasil penelitian sejarah, tidak ada bangsa yang hidup sejak dahulu yang tidak pernah berhubungan dengan bangsa lainnya. Setidaknya mereka pernah bahkan mungkin seringkali mengadakan hubungan di bidang tertentu. Salah satu kegiatan penting dalam hubungan antarbangsa di 'Asia pada masa lalu adalah dalam bidang perdagangan.

Pada masa kuno di Asia terdapat dua jalan perdagangan yang utama, yaitu melalui jalan darat dan jalan laut. Sebelum jalan laut ramai digunakan orang dalam kegiatan perdagangan di Asia, maka jalan darat sering digunakan terutama oleh pedagang bangsa Cina (Asia Tmur) yang berdagang ke India (Asia Barat). Demikian pula sebaliknya. Jalan darat merupakan jalan yang tertua dalam perdagangan di Asia.

Perdagangan melalui jalan darat menggunakan hewan seperti: kuda sebagai penarik kereta barang/ gerobak pembawa barang dagangan berupa sutera dari negeri Cina. Pada waktu itu negeri Cina telah terkenal dengan suteranya yang halus. Jalan darat dijadikan jalan utama perdagangan di Asia. Karena itu jalan darat pada masa ini disebut jalan sutera Disebut jalan sutera karena barang utama yang diperdagangkan dari negeri Cina ke India adalah sutera.

Gambar: Pedagang berniaga melalui jalan darat (jalan sutera)
Perdagangan dengan membawa barang dagangan utama berupa sutera yang dimulai dari negeri Cina, melalui Asia Tengah dan Turkistan sampai ke laut Mediterania.

Hubungan melalui darat dari negeri Cina dan India hingga sampai Eropa sudah terkenal sejak kira-kira tahun 500 Sebelum Masehi (SM).

Dalam perkembangannya ternyata hubungan perdagangan melalui jalan darat makin lama makin berkurang. Hal ini disebabkan faktor keamanan dalam perjalanan. Mungkin ketika itu sering terjadi gangguan dalam perjalanan seperti gangguan kejahatan;perampokan, bencana alam (badai, banjir) dan gangguan binatang buas lainnya.
 

JENIS-JENIS MANUSIA PURBA

1. Asal Usul Makhluk Hidup

Warga belajar dan siswa--sekalian, berkaitan dengan asal-usul makhluk hidup di bumi kita ini, Lapisan bumi pada umumnya dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu lapisan atas, lapisan tengah dan lapisan bawah. Manusia mulai hidup pada lapisan atas bersama-sama dengan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Makhluk hidup tersebut mula-mula memiliki bentuk yang tidak sama dengan sekarang. Semuanya mengalami perubahan dari bentuk sederhana hingga bentuk yang sempurna. Para ahli menyatakan bahwa makhluk hidup di dunia berasal dari satu keturunan. Dari binatang bersel satu, sampai binatang yang bertulang belakang seperti reptil, binatang menyusui dan kera. Demikian pula jenis makhluk yang mempergunakan kecerdasan dan akal pikiran yaitu manusia. Tinjauan ini dilihat dari ilmu pengetahuan dan bukan dari segi agama.

Hingga saat ini masih ada yang berpendapat bahwa manusia purba yang terakhir Homo Sapiens, karena dianggap makhluk manusia yang terakhir yang tertinggi pertumbuhannya bila dibandingkan dengan makhluk-makhluk sebelumnya. Perhatikan tabel lapisan bumi di bawah ini:

 
LAPISAN
WAKTU
KEHIDUPAN
Lapisan Atas
140 juta tahun s.d 20 juta tahun S.M
Manusia
Perkembangan Manusia
Tumbuh-tumbuhan berbunga
Burung pertama
Binatang reptil
Lapisan Tengah
140 juta tahun s.d 250 juta tahun S.M
Ampibi besar
Reptil pertama
Ampibi
Ikan
Lapisan Bawah
340 Juta tahun s.d 250 juta tahun S.M
Tanda-tanda kehidupan pertama
Tidak ada tanda-tanda kehidupan
Tabel Lapisan Bumi


Dari tabel di atas terlihat bahwa manusia ada pada tahun 140 juta dengan 20 juta tahun sebelum Masehi. Keberadaan manusia pertama setelah adanya binatang dan tumbuh-tumbuhan di bumi ini.


2. Fosil dan Artefak Manusia Purba

Peninggalan manusia purba secara tertulis sedikit yang sampai pada kita. Untuk mengetahui keadaan manusia purba hanya dapat diperoleh dari peninggalan yang berupa tengkorak, tulang-tulangm dan alat-alat yang dipergunakan oleh manusia purba atau disebut artefak. Tengkorak, tulang-tulang dan alat-alat diperoleh dan penggalan yang dilakukan oleh para ahli antropologi. Hasil penggalian berupa tumbuh-tumbuhan, tulang hewan dan manusia yang sudah membatu dinamakan fosil.

Artefak dan fosil itulah yang memberikan petunjuk kehidupan dan jenis manusia purba. Dari fosil-fosil manusia yang ditemukan, terdapat berbagai jenis manusia purba di Indonesia.

Disamping ditemukan fosil-fosil dari berbagai manusia purba, terdapat pula peninggalan peralatan yang dipakai pada masa kehidupan manusia tersebut.

3. Tempat-tempat Penemuan dan Jenis Manusia Purba

a. Antara tahun 1936 -1941 Von Koeningswald menemukan fosil-fosil manusia di daerah Sangiran, Surakarta Jawa Tengah. Fosil yang diketemukan adalah gigi geraham kanan dan kiri. Setelah diteliti oleh Von Konisgwald, fosil itu berada dari manusia yang tumbuh besar, tetapi tidak tinggi. Fosil manusia tersebut dinamakan Menganthropus Paleajavanicus.

b. Pada tahun 1890 Dr. E. Dubois menemukan fosil dan artefak di desa Trinil Kabupaten Nagawi Jawa Timur. Fosil dan artefak yang ditemukan berupa tulang tengkorak, tulang rahang, tulang belakang. Artefak yang dijumpai juga terdapat dari batu. Oleh Dr. E. Dubois, fosil-fosil manusia yang terdiri dari tulang tengkorak, tulang rahang dantulang belakang direkonstruksikan kembali. Dari hasi rekonstruksi itu terbentuklah kerangka manusia yang mirip kera. Oleh karena itu dinamakan Pithekantropus Erectus berasal dari:
- Pithekas berarti kera
- Anthropus berarti manusia
- Erectus berarti berdiri.

Manusia purba yang sejenis dengan Pithecanthropus Erectus adalah Pithecanthropus Erectus Mojokertensi yang ditemukan fosilnya oleh Von Koeningswald, di Mojokerto Jawa Timur pada tahun 1936 sedangkan di Trinil pada tahun 1939 dan dinamakan Pithecanthropus Robustus.

Di desa Nangdong di daerah Lembah Sungai Bengawan Solo (Ngandong) dan di desa Wajak Kabupaten Tulung Agung dijumpai fosil-fosil manusia. Fosil manusia itu berbentuk tulang rahang bawah dari hasil penelitian Von Koeningswald dan Dr. E. Dubois makhluk itu tingkat hidupnya lebih tinggi dari Pithecanthropus Eretus. Fosil yang dijumpai di Ngandong di daerah Solo dinamakan Homo Soloensis. Sedangkan fosil yang ditemukan oleh Dr. E. Dubois di daerah Wajak Tulung Agung dinamakan Homo Wajakensis yang berarti manusia dari Wajak.

 
Gambar tengkorak Pithecanthropus Mojokertensis

4. Kehidupan Masing-masing Manusia Purba

Di samping ditemukannya fosil-fosil manusia purba juga ditemukan peralatan yang terbuat dari batu dan tulang. Alat-alat tersebut dipergunakan untuk berburu dan keperluan alat rumah tangga. Dari peralatan yang dijumpai di Wajak dan Ngandong. Homo Sapiens dan Homo Wajakensis bila hendak makan maka makanannya dimasak terlebih dahulu dengan cara dibakar. Ini berarti manusia tersebut sudah mulai mengenai kesehatan. Sebelum dimakan makanan itu dibakar.

Dari Artefak-artefak atau peralatan yang dijumpai, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa manusia Pithecanthropus Erectus sudah mengenal alat-alat yang dipergunakan untuk membela diri dan berburu. Pithecanthropus Erectus hidup antara tahun 2,5 - 1,5 juta tahun yang lalu. Manusia Pithecanthropus Erectus yang sejenis di luar negeri dijumpai di RRC (Cina) yaitu di gua Chaukonting Peking yang dinamakan Sinanthropus Pekinensis. Kehidupan mereka dari mengumpulkan makan terutama tumbuh-tumbuhan.

Dari penemuan fosil-fosil manusia purba beserta artefak-artefaknya di berbagai daerah di Indonesia, menunjukan bahwa di Indonesia telah hidup berbagai jenis manusia purba. Ini merupakan suatu keberuntungan bagi bangsa Indonesia. Karena selain menjadi tempat penemuan manusia purba yang jarang dijumpai di dunia. Oleh karena itu dalam rangka melestarikan hasil budaya atau peninggalan prasejarah hendaknya melaporkan kepada Lurah atau Camat.

Kata-Kata Penting :

Fosil : Sisa-sisa kehidupan di Zaman lampau yang ditemukan dalam keadaan membatu di lapisan tanah. Dapat berbentuk sisa-sisa hewal, kotoran hewan, tumbuh-tumbuhan, kayu, maupun tulang manusia.

Artefak : Alat-alat yang dipergunakan manusia untuk mempertahankan diri, berburu dan alat rumah tangga. Artefak terbutat dari batu atau tulang

Flakes : Artefak yang  terbuat dari tulang

Ampibi : Binatang yang dapat hidup di darat dan di air.

Antropologi : Ilmu pengetahuan tentang manusia, mengenai asalnya, perkembangannya, jenisnya, dan kebudayaannya.

Raptil : Binatang melata yang hidup di bumi.


Demikianlah warga belajar sekalian, tentang jenis-jenis manusia purba, semoga bermanfaat, terimakasih.

Sumber : Buku modul IPS Sejarah, Paket B kelas VII, Dirjen Diklusepa tahun 2011. 

Selasa, 17 Maret 2015

BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

Warga belajar dan siswa--sekalian, dalam visiuniversal kali ini pembahasan akan kita lanjutkan pada mata mata pelajaran Sosiologi; tentang Bentuk-bentuk interaksi sosial. Seperti yang penah kita bahasa di kelas, bentuk interaksi sosial dapat berupa kerjasama (kooperatif), persaingan (competition), pertentangan (conflict), dan Akomodasi (acomodation).

Keempat bentuk interaksi sosial tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan kerjasama, kemudian menjadi persaingan, memuncak menjadi pertikaian, untuk akhirnya sampai ke akomodasi. Perhatikan gambar di bawah ini dan simak baik-baik.
 
Kegiatan Diskusi Guru-guru TK PAUD

Mendurut Gillin ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat interaksi sosial, yaitu :
  1. proses asosiatif (proses of association), terbagi kedalam tiga bentuk, yaitu akomodasi yang dihasilkan dari kerjasama, asimilasi, dan akulturasi.
  2. Proses disasosiatif (proses of disassociation), mencakup persaingan-persaingan yang meliputi kontravensi dan pertentangan (konflik).

Perhatikan bagan di bawah ini !

a. Akomodasi
Akomodasi menunjuk kepada usaha manusia untuk meredakan ketegangan atau pertentangan guna mencapai kesetabilan. Jadi akomodasi adalah merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak hilang kepribadiannya.

Fungsi akomodasi adalah :
  1. mengurangi pertentangan baik secara perorangan maupun kelompok akibat perbedaan paham.
  2. mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara.
  3. menghindari terjadinya kerjasama kelompok sosial yang hidupnya secara terpisah sebagai akibat faktor sosial psikologis dan kebudayaan.
  4. Mengusulkan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah, misalnya melalui perkawinan campuran (amalgamasi).

b. Kerjasama
Kerjasama akan timbul apabila orang menyadari memiliki kepentingan dan tujuan yang sama. Contoh : koperasi simpan pinjam kerjasama antara anggota ASEAN, gotong royong, dan sebagainya.

Mungkin andapun pernah melakukan suatu kerjasama, apakah itu kerjasama spontan, atau mungkin di sekitar rumah anda ketika anda ikut melaksanakan kerja bakti membersihkan selokan-selokan di depan rumah secara rutin yang telah diprogramkan pengurus RT.

Dalam teori Sosiologi akan dapat dijumpai beberapa bentuk kerjasama, yakni :
  1. Kerjasama spontan (kerjasama serta merta).
  2. Kerjasama langsung (hasil dari perintah atasan atau penguasa)
  3. Kerjasama kontrak (merupakan kerjasama atas dasar tertentu)
  4. Kerjasama tradisional (merupakan bentuk kerjasama sebagai bagian antara unsur dan sistem sosial, contohnya gotong-royong atau gugur gunung).
Proses sosial yang erat kaitannya dengan kerjasama adalah konsensus. Konsensus hanya mungkin terjadi bila dua pihak atau lebih yang ingin memelihara suatu hubungan yang masing-masing memandangnya sebagai kepentingan sendiri.

Keputusan untuk mengadakan konsensus timbul hanya apabila anggota-anggota dari kelompok atau persekutuan menghadapi beberapa perbedaan pendapat. Dalam konsensus pertentangan kepentingan kelihatan cukup nyata tetapi tidak sebesar konflik.

Contoh konsensus nasional adalah Pancasila merupakan asas yang dianut oleh organisasi politik maupun organisasi nasional di Indonesia. Bangsa Indonesia memiliki kesepakatan bahwa Pancasila dijadikan dasar negara dan nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila dijadikan pedoman dalam berperilaku sehingga menjadi bangsa yang memiliki budaya dan peradaban tinggi.

Anda dalam keluargapun memiliki suatu konsensus yang menjadi kesepakatan yaitu aturan yang berlaku dalam keluarga sesuai dengan status dan peranannya masing-masing.

Perhatikan contoh bentuk kerjasama pada gambar di bawah ini :

 
Kerjasama membangun rumah
c. Asimilasi
Merupakan proses dalam taraf lanjut yang mendekati ideal menuju integrasi. Asimilasi ditandai dengan adanya usaha mengurangi perbedaan yang terdapat antara orang perorangan atau kelompok sehingga memiliki pandangan/perhatian yang sama.

Faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi adalah:
  1. Toleransi
  2. Kesempatan yang seimbang dalam ekonomi (masing-masing Individu mendapat kesempatan yang sama untuk mencapai kedudukan tertentu atas dasar kemampuan dan jasanya).
  3. Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya.
  4. Sikap terbukan dari golong penguasa dalam masyarakat.
  5. Persamaan dan unsur kebudayaan
  6. Perkawinan campuran (amalgamation)
  7. Adanya musuh bersama dari luar.

d. Akulturasi
Akulturasi adalah berpadunya dua unsur kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu budaya baru dengan tidak menghilangkan ciri kepribadian masing-masing.

Contoh: Candi Borobodur merupakan perpaduan antara kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan India, musik keroncong adalah perpaduan antara musik Spanyol dan musik Asia.

Jika Anda jalan-jalan ke kota Jogjakarta rasanya akan merasa korang afdol jika anda tidak mengunjungi candi Borobudur. Anda akan menyaksikan langsung bahwa candi Borobodur merupakan perwujudan dari proses akulturasi. Perhatian gambar akulturasi!

e. Persaingan
Yaitu bersaing untuk mencari keuntungan dalam bidang kehidupan tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan (damai), misalnya anggota kelompok belajar anda ikut bersaing dalam memperebutkan bangku Perguruan Tinggi Negeri. Persaingan ini dapat berlangsung secara tertib dan wajar apabila pihak yang bersaing melaksanakan norma yang telah ditentukan dana bertindak secara positif.

Contoh: bersaing dalam kelompok belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus dan dilakukan secara sprotif.

f. Kontravensi
Merupakan bentuk proses sosial yang berada di antar persaingan dan pertentangan (konflik), gejalanya adalah perasaan tidak suka, kebencian, keraguan terhadap sikap dan kepribadian seseorang tetapi tidak diutarakan secara terus terang. Sikap tersembunyi ini dapat berubah menjadi pertentangan atau pertikaian. Wujudnya dapat berupa protes, mengacaukan pihak lain, memfitnah, memaki-maki dengan surat selebaran, menghasut, khianat, menyebarkan desas-desus, perang dingin, subversi dan lain-lain.

Kontravensi apabila dibandingkan dengan persaingan atau pertentangan bersifat agak tertutup atau bersifat rahasia, contoh : perang dingin merupakan kontravensi karena tujuannya membaut lawan tidak tenang/resah. Dalam hal ini lawan tidak diserang secara fisik tetapi secara psikologis. Contoh lain : mejelang pemilu presiden ada selebaran-selebaran yang menjelek-jelekan kontestan tertentu orang tertentu.

g. Konflik
Muncul karena ada perbedaan, misalnya perbedaan ciri badaniah, emosi (perasaan), unsur kebudayaan, pola perilaku, kepentingan, dan lain-lain. Perbedaan ini akan memuncak menjadi pertentangan apabila keinginan-keinginan mereka tidak dapat diakomodasikan, sehingga masing-masing pihak berusaha untuk menghancurkan lawan dan disertai dengan ancaman kekerasan. 

Senin, 16 Maret 2015

CARA TAYAMUM DALAM PESAWAT UNTUK JEMAAH HAJI

Visiuniversal--Apabila waktu sholat fardhu telah masuk dan diperkirakan tiba di tempat tujuan (Bandara King Abdul Aziz Jeddah) telah habis waktu shalat, maka hendaklah melakukan tayamum sebagai pengganti wudlu.

Cara Tayamum dalam Pesawat untuk Jamaah Haji adalah sebagai berikut :

Kedua telapak tangan kita tepukan/tempelkan ke kursi atau dinding pesawat disebelah kita, lalu kita tiupkan yang menempel di telapak tangan, kemudian kedua telapak tangan kita sapukan dari ujung rambut (jidat) sampai dagu dari buah telinga sebelah kanan sampai buah telinga kiri sampai merata.

Kedua telapak tangan sekali lagi kita tepukan/tempelkan ke kursi atau dinding pesawat (usahakan tempat lain yang belum ditepuk). Lalu kita tiup dan setelah itu telapak tangan kiri menyapu telapak tangan kanan dari ujung jari sampai siku secara merata.

Cara lain bertayamum dapat dilakukan dengan satu kali tepuk/tempelkan pada kursi atau dinding pesawat lalu kita tiup kemudian kedua telapang tangan kita sapukan dari ujung rambut (kening) sampai dagu kemudian dari daun telinga sebelah kanan sampai daun telinga sebelah kiri, kemudian telapak tangan sebelah kiri menyapu telapak tangan dari ujung kiri sampai pergelangan dan telapak tangan kanan dari ujung kiri sampai ujung jari sampai pergelangan. Usap-usapkan tersebut dilakukan secara merata.

Tayamum hanya dapat digunakan satu kali shalat saja, sehingga bagi yang shalat jama' harus mengambil tayamum lagi selesai salam sebelum melanjutkan shalat kedua.

Sumber: Buku Pedoman Tugas Karu dan Karom, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji, Depag RI,  Jakarta 2014.